Pengertian Drama, Struktur, Unsur-Unsur, Jenis dan Ciri-Ciri Drama [LENGKAP]

Pengertian Drama, Struktur, Unsur-Unsur, Jenis dan Ciri-Ciri Drama [LENGKAP]

Hai sobat, setelah beberapa hari yang lalu saya sudah mengasih sedikit ilmu tentang pengertian puisi, untuk kali ini saya akan mengshare kembali dengan tema yang tidak jauh beda yaitu tentang pengertian drama.

Apa anda sudah tau apa itu drama?

Yuk baca sampai selesai agar kalian semua tau pengertian dari drama yang sebenarnya. Jika anda sudah tau pengertian drama bantu teman kalian untuk mengetahui pendidikan kita.

Anda akan cepat memahai pengertian drama jika anda sudah membaca tentang pengertian puisi yang sebelumnya sudah saya share kepada anda.

Dalam hal pendidikan banyak para ahli pendidikan yang menyimpulkan tentang pengertian drama, sebelum itu mari kita simak tentang pengertian drama secara umum, yaitu:

Pengertian Drama

pengertian drama

Pengertian drama secara umum adalah jenis karya sastra yang menjelaskan kehidupan manusia dengan gerakan. Drama ini mewakili realitas kehidupan, karakter dan perilaku manusia melalui peran dan dialog yang ditampilkan.

Cerita dan kisah-kisah dalam drama menempatkan konflik dan emosi secara khusus ditujukan pada pertunjukan teater. Naskah drama dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya bisa diatur untuk dinikmati penonton.

Pengertian Drama Menurut Para Ahli

Secara umum, drama memiliki dua makna, yaitu drama dalam arti luas dan drama dalam arti sempit.

Dalam arti luas, drama adalah setiap bentuk tontonan yang berisi cerita yang ditampilkan di depan banyak orang. Dalam arti yang sempit, drama adalah kisah kehidupan manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan di atas panggung.

Ada beberapa para ahli yang mempunyai kesimpulan tersendiri dalam hal pengertian drama, yaitu:

1. Pengertian Drama Menurut Balthazar Vallhagen

Drama adalah seni yang menggambarkan alam dan sifat manusia dalam bentuk gerakan.

2. Pengertian Drama Menurut Ferdinand Brunetierre

Drama harus melahirkan keinginan oleh aksi atau gerakan.

3. Pengertian Drama Menurut Moulton

Drama adalah kisah hidup yang digambarkan dalam gerakan (dibentangkan dalam tindakan).

4. Pengetian Drama Menurut Budianta dkk (2002)

Drama adalah genre sastra yang menunjukkan penampilan fisik secara lisan setiap percakapan atau dialog antara pemimpin di sana.

5. Pengertian Drama Menurut Seni Handayani

Drama merupakan wujud komposisi berdasarkan dua cabang seni, seni sastra dan seni pertunjukan sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

6. Pengertian Drama Menurut Wildan

Drama merupakan komposisi berdasarkan beberapa cabang seni, sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

7. Pengertian Drama Menurut Tim Matrix Media Literata

Drama adalah bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.

8. Pengertian Drama Menurut Anne Civardi

Drama ialah sebuah kisah yang diceritakan melalui kata-kata dan gerakan.

Struktur Drama

struktur drama

Dalam struktur drama ada 3 bagian, yaitu:

  1. Prolog (adegan pembukaan).
  2. Dialog (percakapan).
  3. Epilog (adegan akhir atau penutup).

Pengertian Prolog

Prolog adalah pengantar teks yang bisa berupa dialog atau kilas balik dari suatu peristiwa yang terjadi dalam cerita. Pada dasarnya, prolog tidak wajib.

Namun, keberadaan prolog yang baik akan membuat pembaca lebih tertarik dan penasaran dengan isi cerita sebuah karya sastra.

Pengertian Dialog

Dialog ialah percakapan antara dua orang atau lebih, atau dialog juga dapat diartikan sebagai komunikasi yang mendalam yang memiliki tingkat dan kualitas tinggi yang mencakup kemampuan untuk mendengarkan dan juga berbagi pandangan satu sama lain.

Pengertian Epilog

Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pertunjukan. Epilog umumnya berisi ajaran atau kesimpulan yang dapat diambil dari drama yang baru saja disajikan.

Sebuah epilog juga dapat diartikan sebagai bagian penutup dari sebuah karya sastra, yang fungsinya adalah untuk menyampaikan inti cerita atau menafsirkan makna karya tersebut oleh para pemeran di akhir cerita.

Epilog dapat berupa patisari dari cerita atau drama yang dimainkan atau komentar singkat tentang drama yang baru saja dilakukan.

Selain drama penutup, epilog juga berfungsi sebagai penegasan peristiwa moral, nilai-nilai dan refleksi kehidupan dan kehidupan yang diceritakan dalam drama.

Unsur-Unsur Drama

unsur unsur drama

Secara umum, unsur-unsur drama dibagi menjadi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik dari drama. Berikut ini adalah penjelasan referensi lengkap.

Unsur Intrinsik Drama

Unsur intrinsik drama adalah unsur-unsur yang membentuk drama dari dalam. Komponen-komponen yang dimasukkan sebagai unsur intrinsik dari drama meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, dialog, bahasa, konflik dan amanat.

1. Tema

Tema drama adalah salah satu unsur intrinsik dari drama. Pengertian tema drama adalah ide utama atau gagasan utama sebuah cerita drama. Bisa dibilang bahwa tema adalah gagasan utama dari keseluruhan cerita drama.

2. Alur

Dalam drama juga terdapat alur cerita. Yang dimaksud alur dalam drama adalah jalan cerita dari sebuah pertunjukkan drama mulai babak pertama hingga babak terakhir.

Alur disebut juga dengan istilah plot. Umumnya alur cerita dimulai dari tahapan eksposisi, komplikasi, klimaks dan resolusi.

3. Tokoh

Tokoh adalah pemeran dalam cerita. Tokoh dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti protagonis atau pemeran utama dan tambahan yang merupakan peran sekunder (pembantu).

Terdapat juga unsur penokohan atau perwatakan. Unsur ini boleh dilakukan dengan menceritakan kisah secara langsung (analitik) atau secara tidak langsung (dramatik).

4. Latar/Setting

Latar terdiri dari tempat untuk menggambarkan lokasi drama, waktu untuk memberikan informasi kapan adegan drama berlangsung dan situasi panggung untuk menjelaskan suasana dalam sejarah drama.

5. Dialog

Dalam drama, ada juga unsur dialog. Memahami tentang dialog, dialog adalah serangkaian percakapan dalam sejarah.

Dialog dapat terdiri dari satu tokoh dengan tokoh lain, bisa juga dalam bentuk dialog sendiri atau disebut monolog.

Dialog tersebut memberikan penjelasan terkait jalannya cerita, biasanya juga disertai dengan gaya atau ekspresi wajah.

6. Bahasa

Bahasa adalah kata yang digunakan dalam percakapan cerita drama. Bahasa juga dapat menggambarkan watak tokh, latar, atau peristiwa yang sedang terjadi.

7. Konflik

Konflik adalah pertentangan atau masalah yang terjadi dalam sebuah drama. Adanya konflik adalah inti dari masalah dalam drama. Dalam sebuah drama, bisa terjadi satu konflik atau bahkan lebih.

8. Amanat

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis kepada hadirin. Amanat drama disampaikan melalui peran tokoh dalam cerita drama.

Unsur Ekstrinsik Drama

Unsur ekstrinsik dari drama adalah unsur-unsur yang membentuk drama dari luar. Komponen yang dimasukkan sebagai usur drama ekstrinsik meliputi:

  • Latar belakang pengarang.
  • Nilai agama dan kepercayaan.
  • Kondisi politik negara.
  • Psikologis pengarang.
  • Situasi sosial budaya.

Hal-hal di atas termasuk dalam unsur ekstrinsik drama. Hal-hal ini menjadi faktor luar yang memengaruhi pembuatan sebuah drama. Misalnya, latar belakang penulis bervariasi, tentu saja, menghasilkan karya dramatis dari satu penulis ke yang lain.

Nilai-nilai lain seperti nilai-nilai agama, politik, sosial dan budaya juga mempengaruhi drama. Ini mendasari cerita dengan karakterisasi yang dibuat oleh penulis. Kondisi psikologis penulis juga menjadi unsur ekstrinsik penting dari drama.

Jenis-Jenis Drama

jenis jeins drama

Drama memiliki beberapa jenis pertunjukan yang dibagi sesuai dengan penggunaan dan karakteristik cerita. Dalam pembagian jenis-jenis drama, yang biasanya digunankan ada 3 dasar, yaitu: berdasarkan penyajian cerita dari drama, berdasarkan sarana dan tergantung pada keberadaan naskah drama.

jenis-jenis drama berdasarkan penyajian cerita dibagi menjadi delapan macam, yaitu :

1. Jenis Drama Tragedi

Tragedi adalah jenis drama yang menggambarkan kisah yang penuh kesedihan dan ketidakberuntungan. Karakter dalam drama tragedi umumnya dikenal sebagai “tragic hero”, yang berarti bahwa seorang pahlawan mengalami nasib tragis, seperti kemalangan, kesialan dan lain-lain.

2. Jenis Drama Komedi

Komedi adalah jenis drama yang menghibur dengan unsur-unsur lucu. Dalam sketsa, akan ada dialog lucu yang menyindir dan umumnya memiliki akhir yang bahagia. Hal yang sama berlaku untuk karakter drama komedi yang memiliki karakter lucu, jenaka tapi juga bijaksana.

Tujuan sketsa drama adalah untuk menghibur penonton. Komedi ini memiliki beberapa sub-genre sesuai dengan konteks cerita yang akan dibawa oleh penulis, serta cara pembawaan dialog, yang mencakup lelucon dan sindiran.

3. Jenis Drama Tragekomedi

Tragedi adalah jenis drama yang merupakan kombinasi dari komedi dan tragedi. Kisah ini akan beralur sebagai tragedi yang dimainkan secara berlebihan dan ada beberapa selingan komedi dan cerita akhir yang bahagia.

4. Jenis Drama Opera (Drama Musikal)

Opera atau sering disebut dengan nama drama musikal, adalah jenis drama di mana percakapannya diiringi dengan musik atau melodi. Dalam drama ini, cerita dan perasaan yang dirasakan pemain diekspresikan melalui menyanyi dan menari.

5. Jenis Drama Melodrama

Melodrama adalah jenis drama dengan kisah yang sangat sentimental. Cerita dan penokohan disajikan dalam suasana yang mendebarkan dan mengharukan. Sebagian besar adalah kisah cinta atau kesedihan.

Tokoh baik dan buruk dalam melodrama biasanya berbeda secara drastis. Tokoh-tokoh jahat semuanya diwakili warna serba hitam, gelap dan menyeramkan.

Sebaliknya, karakter yang baik akan digambarkan dengan sempurna hingga tidak ada keburukan sekecil apa pun. Itu kadang-kadang menyebabkan beberapa stereotipe karena hanya satu sifat dari masing-masing pemain yang menonjol.

6. Jenis Drama Farce

Farce (dagelan) adalah jenis drama yang ringan dan menyenangkan (lucu). Alur cerita dikompilasi berdasarkan perkembangan situasi karakter. Adegan dalam drama biasanya dibuat berlebihan dengan komedi yang melibatkan fisik. Jenis drama ini kadang-kadang dikenal sebagai komedi picisan.

7. Jenis Drama Tablo

Tablo adalah jenis drama yang memprioritaskan penampilan gerakan (tarian). Para pemain akan melakukan gerakan sepanjang pementasan tanpa mengucapkan dialog apa pun. Pemain menyampaikan cerita ke penonton dengan gerakan yang mengandung banyak makna.

8. Jenis Drama Sendratari

sendratari adalah jenis drama yang menggabungkan tarian dan drama dalam satu pertunjukan. Drama tari ini biasanya dipertunjukkan secara berkelompok. Cerita akan dibawa dengan dialog dan tarian yang mewakili perasaan para pemain.

Ciri-Ciri Drama

ciri ciri drama

  • Seluruh cerita drama harus berbentuk dialog, baik tokoh maupun narator.
  • Dialog dalam drama tidak menggunakan tanda kutip (“…”). karena dialog drama bukan kalimat langsung, oleh karena itu naskah drama sendiri tidak menggunakan tanda kutip.
  • Naskah drama dilengkapi dengan panduan khusus yang harus dibuat pada tokoh yang bersangkutan. Panduan ini ditulis dalam tanda kurung atau dapat menggunakan font yang berbeda untuk huruf-huruf dalam kotak dialog.
  • Dan skenario terletak di atas dialog atau kiri dialog.

Nah, mungki itu saja yang bisa saya share kepada anda, semoga bermanfaat. Jangan buru-buru dalam mencari ilmu, kembangkan terus ilmu yang sudah anda miliki. Jika anda memiliki ilmu dan tidak anda share berapa banyak dosa anda dikarenakan tidak mau mengasih ilmu kepada orang yang membutuhkan. Cukup sekian terimakasih.

zainal abidin

Uang Bilang Dapatkan Aku Lupakan Segalanya. Waktu Bilang Ikuti Aku Lupakan Segalanya. Masa Depan Bilang Perjuangkan Aku Lupakan Segalanya. Allah Bilang Dekati Aku Kuberikan Segalanya.

Leave a Reply