Pengertian Puisi, Jenis dan Unsur-Unsur Puisi, Contoh Puisi  [LENGKAP]

Pengertian Puisi, Jenis dan Unsur-Unsur Puisi, Contoh Puisi [LENGKAP]

Hai sobat tetap semangat dalam mencari ilmu diberbagai media, kali ini saya akan menberi sedikit ilmu tentang Pengertian puisi.

Apa anda sudah tau apa itu PUISI?

Puisi adalah karya sastra dalam bentuk tulisan yang berisi irama, sajak, ritma dan kata-kata dalam setiap baitnya.

Secara umum, unsur-unsur yang terletak di atas puisi juga memiliki makna dan dapat mengekspresikan perasaan penyair yang disajikan dalam bahasa imajiner dan disusun menggunakan struktur bahasa yang padat dan bermakna.

Ada berbagai jenis karya sasta seperti novel, prosa, dan puisi. Membahas mengenai puisi, bentuk dari karya sastra yang satu ini memiliki ciri khas yang membuat berbeda dengan karya sastra yang lainnya.

Tak heran jika puisi dianggap sebagai karya sastra tingkat tinggi. Yuk baca terus untuk mengetahui perngertian  puisi yang sebenarnya.

Pengertian Puisi

pengertian puisi

Secara umum, puisi dapat diartikan sebagai karya sastra yang mengandung unsur diksi, irama, ritme, lirik, dan penggunaan kata-kata kiasan dalam setiap bait.

Penggunaan unsur-unsur ini bertujuan untuk menciptakan keindahan bahasa yang dirangkai menjadi sebuah karya. Cukup sering puisi merupakan ekspresi perasaan dan pikiran sang penyair.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

pengertian puisi menurut para ahli

Selain pengertian secara umum, para ahli juga memiliki pemikiran berbeda tentang makna puisi. Beberapa tokoh terkemuka sepanjang masa, seperti Aristoteles, William Shakespeare dan Parrine, memiliki pendapat berbeda tentang karya sastra yang indah ini.

Apa pengertian puisi menurut para ahli?

1. Pengertian Puisi Meurut Hudson

Menurut Hudson, apa yang dipahami oleh puisi adalah cabang sastra yang menggunakan serangkaian kata sebagai sarana penyampaian. Proses pengiriman menghasilkan imajinasi dan ilusi.

Hudson juga membandingkan karya sastra puisi dengan lukisan yang menggunakan warna dan garis untuk menggambarkan perasaan dan pikiran pelukis.

2. Pengertian Puisi Menurut Aristoteles

Tokoh-tokoh terkenal sepanjang masa memiliki pandangan berbeda tentang makna puisi. Bagi Aristoteles, puisi adalah sebuah fragmen di mana penyair dapat menggambarkan puisi dalam tiga genre, yaitu komik, epik, dan tragis.

Dalam penjabarannya, aturan dikembangkan untuk membedakan puisi berkualitas tinggi di setiap genre. Aturan dibuat berdasarkan tujuan masing-masing gender.

3. Pengertian Puisi Menurut Parrine

Menurut Parrine, puisi adalah bentuk padat karya sastra. Kenapa begitu? Parrine menggambarkan bahwa setiap puisi cenderung menggunakan beberapa kata dalam komposisinya.

Meski begitu, makna yang diungkapkan jauh lebih dari kata-kata yang digunakan. Inilah yang membuat Parrine mengatakan bahwa puisi memiliki komposisi yang solid.

4. Pengertian Puisi menurut Herman Waluyo

Tidak hanya tokoh asing, penulis Indonesia juga memiliki pendapat tentang makna puisi. Menurut Herman Waluyo, puisi dapat diartikan sebagai karya sastra tertulis yang ditulis sedini mungkin dalam sejarah manusia.

Puisi juga merupakan sarana untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran secara imajinatif melalui kekuatan bahasa.

5. Pengertian Puisi Menurut Najid

Pendapat pengertian puisi dari Najid mendefinisikan sebagai bentuk karya sastra. Lebih dalam lagi, puisi adalah bentuk sastra imajinatif yang menekankan nilai seni, fiksi, dan rekayasa bahasa.

Anda akan melihat bahwa walaupun beberapa toko memiliki definisi yang berbeda, mereka pada dasarnya mengakui bahwa puisi adalah bentuk karya sastra dengan unsur imajinatif. Puisi juga merupakan cara bagi penyair untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan mereka melalui kiasan yang indah.

Jenis-Jenis Puisi

jenis jenis puisi

Puisi juga mempunyai jenis, apa itu? Secara umum, puisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi baru. Apa perbedaan antara kedua jenis puisi itu? Bagaimana pula karakteristik dari masing-masing jenis puisi? Berikut ini ulasan lengkap untuk Anda.

1. Puisi Lama

Puisi lama merujuk pada puisi yang diatur oleh aturan seperti jumlah kata dalam satu bait dan baris, rima (persajakan), banyak suku kata serta irama. Puisi lama relatif mudah dikenali jika Anda memperhatikan aturannya.

Puisi-puisi lama memiliki ciri-ciri seperti: tak diketahui pengarangnya, diucapkan dari mulut ke mulut, dan terikat oleh aturan. Puisi lama sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, termasuk:

  • Mantra: puisi ini berisi ucapan yang dipercaya memiliki kekuatan ghaib.
  • Pantun: puisi lama yang terdiri atas empat larik dengan rima akhir a-b-a-b.
  • Karmina: pantun kilat yang bentuknya lebih pendek dari pada pantun.
  • Seloka: pantun berkaitan berasal dari klasik Melayu yang mengandungi kata-kata.
  • Gurindam: puisi yang terdiri dari dua bait, setiap bait terdiri dari dua baris kalimat dengan sajak yang sama.
  • Syair: puisi yang terdiri dari 4 baris dengan bunyi akhirnya yang sama (a-a-a-a).
  • Talibun: pantun yang terdiri lebih dari empat bait dan mempunyai irama abc-abc.

2. Puisi Baru

Seperti halnya puisi baru, karya sastra yang satu ini tidak terikat oleh aturan bentuk, sajak, atau jumlah baris dan suku kata. Puisi baru relatif mudah dibuat karena tidak peduli dengan aturan seperti puisi lama.

Puisi baru memiliki karakteristik yang membedakannya dari karya sastra lainnya. Karakteristik tersebut termasuk bentuk simetris, persajakan akhir teratur, biasanya empat seuntai, setiap baris dimulai dengan gatra, dan secara umum setiap gatra memiliki dua kata.

Ada berbagai jenis puisi baru yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Balada – Puisi sederhana yang menceritakan cerita rakyat yang menyentuh, yang kadang-kadang dinyanyikan atau disajikan dalam bentuk dialog.
  • Himne (gita puja) – Yaitu sejenis nyanyian pujaan, biasanya pujaan ini dipertunjukkan untuk Tuhan atau Dewa.
  • Ode – Yaitu, puisi lirik yang berisi pujian kepada para leluhur dengan nada yang besar dan tema-tema serius.
  • Epigram – Yaitu puisi yang berisi tentang tuntunan/ ajaran hidup.
  • Romansa – Yaitu jenis puisi cerita yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
  • Elegi – Puisi ini berbanding terbalik dengan romansa karena berisi duka dan kesedihan.
  • Satire – Yaitu puisi yang menggunakan gaya bahasa yang berisi sindiran atau kritik dan disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi.
  • Distikon – Yaitu, puisi, setiap bait terdiri dari 2 baris (puisi dua seuntai).
  • Terzina – Yaitu, puisi, setiap bait terdiri dari 3 baris (puisi tiga seuntai).
  • Kuatren – Yaitu, puisi, setiap bait terdiri dari 4 baris (puisi empat seuntai).
  • Kuint – Yaitu, puisi, setiap bait terdiri dari 5 baris (puisi lima seuntai).
  • Sektes – Yaitu, puisi, setiap bait terdiri dari 6 baris (enam seuntai).
  • Septima – Yaitu, puisi, setiap bait terdiri dari 7 baris (tujuh  seuntai).
  • Oktaf/Stanza – Yaitu, puisi, setiap bait terdiri dari 8 baris (delapan seuntai).
  • Soneta – Yaitu, puisi yang terdiri dari 14 baris dibagi menjadi 2, di mana 2 bait pertama masing-masing 4 baris dan 2 bait kedua masing-masing tiga baris.
Baca Juga : Pengertian Drama Jenis-jenis dan Unsur Unsur Drama

Unsur-Unsur Puisi

unsur-unsur puisi

Untuk lebih dalam mengulas makna puisi, Anda juga perlu mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam karya sastra puisi. Pada dasarnya, unsur puisi terdiri dari dua struktur, yaitu struktur batin dan struktur fisik. Tujuan dari kedua struktur ini adalah:

Struktur Batin

Apa yang dipahami oleh struktur batin adalah unsur yang membentuk karya puisi tetapi tidak dapat diidentifikasi secara langsung.

Diperlukan analisis yang lebih mendalam untuk menentukan struktur batin sebuah karya puisi yang terdiri dari tema, selera, nada, dan tujuan penyair untuk menciptakan puisi tersebut.

Seseorang tidak dapat secara langsung menentukan tema atau rasa yang diungkapkan oleh seorang penyair tanpa membuat analisis yang mendalam.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa mengidentifikasi struktur batin sebuah karya puisi cenderung lebih sulit.

Struktur Fisik

Struktur fisik sebuah puisi mengacu pada unsur-unsur formasi yang terlihat dari luar dan langsung terlihat.

Struktur fisik puisi terdiri dari tipografi, diksi (pilihan kata), imaji (susunan kata), kata-kata konkret, gaya bahaya dan sajak.

Masing-masing unsur ini dapat diidentifikasi secara langsung ketika Anda membaca puisi.

Setiap jenis puisi menggunakan struktur yang berbeda. misalnya, puisi romansa menggunakan diksi yang memberi kesan penuh cinta dan romantis.

Gaya bahasa yang digunakan juga memberi pembaca kesan jatuh cinta. Lain halnya dengan satir puisi yang berisi kritik, diksi yang digunakan tentu lebih berorientasi pada kata sindiran untuk mengekspresikan tujuannya.

Contoh Puisi

Orang-orang Tercinta

Kita bergantian menghirup masam
lemas dan Batuk terceruk
Marah dan terbaret-baret
Cinta yang membuat kita bertahan
dengan secuil redup harapan

Kita berjalan dengan terseok-seok
Mengira lelah akan hilang
di ujung terowongan yang cerah
Namun cinta tak membawa kita
memahami satu sama lain

Kadang kala kita merasa beruntung
Namun seharusnya kita merenung
Akankah kita sampai di altar
Dengan berlari terpatah-patah
Mengapa cinta tak mengajari kita
Untuk berhenti berpura-pura??

Kita tergerus dan meleleh
Serut-serut sinar matahari
Sementara kita telah lupa
rasanya mengalir bersama kehidupan
Melupakan hal-hal kecil
yang dulu sudah termaafkan

Mengapa kita saling menyembunyikan
Mengapa marah dengan keadaan??
Mengapa lari ketika ada sesuatu
membengkak jika dibiarkan??

Kita percaya pada cinta
Yang borok dan tak sederhana
Kita tertangkap, jatuh terperangkap
Dalam balada orang-orang tercinta

Nah, itu pengertian dan penjelasan yang sedikit bisa saya sampaikan kepada anda, jika anda membacanya sampai selesai maka anda pasti tau contoh puisi di atas, bagian contoh dari puisi apa? jika kalian tau silahkan ketik jawabannya dikolom komentar. Semoga bermanfaat jangan lupa silahkan di share dan dipelajari.

zainal abidin

Uang Bilang Dapatkan Aku Lupakan Segalanya. Waktu Bilang Ikuti Aku Lupakan Segalanya. Masa Depan Bilang Perjuangkan Aku Lupakan Segalanya. Allah Bilang Dekati Aku Kuberikan Segalanya.

Leave a Reply